Aku mentari tapi tak menghangatkanmu
Aku pelangi tak memberi warna di hidupmu …
Musim semi di Melbourne. Angin berdesir-desir membawa dingin bulan Oktober ketika pesawat yang kutumpangi mendarat di bandar udara Tullamarine. Kunaikkan kerah jaket yang membungkus badanku dan bergegas menuju meja imigrasi.
“Welcome to Melbourne, Sir. Have a nice day,” kata seorang petugas imigrasi itu di meja kedatangan. Paras Maorinya yang khas itu memamerkan senyum yang ramah dan bersahabat.
Aku membalas dengan seulas senyum dan berlalu. Jarum jam di atas pintu eksit menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat. Melbourne sudah sibuk. Orang lalu lalang di trotoar. Kendaraan melaju di atas jalanan beraspal yang licin. Roda-roda trem menjerit berderit-derit.
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010