Tentu saja aku masih ingat ketika kita masih selalu membicarakan hari ini: Hong Kong menjelang dinihari, kemilau lampu berwarna-warni di dinding gedung-gedung tinggi, kepiting dan udang yang dibakar di atas arang.
Aku bahkan belum lupa pada pelukanmu yang hangat ketika kita berdua berada di dalam trem yang mengantar kita menuju The Peak.
Gerimis jatuh waktu itu. Airnya meleleh di jendela. Membuatnya berembun. Dan dengan jarimu yang lentik, kau melukis sebuah gambar hati yang retak di jendela kaca itu. Dan hatiku pun ikut tersayat.
Pernah aku kembali mengunjungi The Peak tanpa dirimu, bertahun kemudian. Sendirian berdiri di Sky Terrace yang menghadap ke hamparan hutan beton Hong Kong, aku seperti terlempar ke masa silam. Pada tahun-tahun ketika kita sering ke sana di musim panas.
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010